Mengenal Tim Victim Esports Lebih Dekat

0
SHARE

Tim Kuda Hitam yang Siap Melejit!

Victory Team Esports berdiri sejak tanggal 10 September 2018. Tim ini berawal dari tim PUBG. Dengan segala macam prestasi yang dicetak oleh tim PUBG, Victim Esports mulai melebarkan sayap dengan membuka divisi-divisi lainnya. Saat ini Victim Esports telah memiliki enam divisi yang terdiri dari PUBG, PUBG Mobile, Mobile Legends, Point Blank, Free Fire, dan Dota 2.

“Victim Esports adalah sebuah tim esports yang memiliki cita-cita besar. Kami ingin mengembangkan ekosistem esports Indonesia dari berbagai sisi sekaligus. Saat ini kami masih berfokus pada tim inti, tapi nanti kedepannya kami akan menggerakan ekosistem ini dengan menjangkau talenta-talenta yang belum terasah atau berpartisipasi pada cabang esports yang belum dijamah tim besar lainnya,” ujar Rickel Effendy, selaku manager Victim Esport.

Berbicara mengenai prestasi Victim Esports baru-baru ini berhasil keluar menjadi juara Independence Cup 2019. Prestasi ini didapatkan setelah melewati babak penyisihan yang berlangsung pada hari Sabtu, 17-18 Agustus 2019. Victim Esports berhasil menjadi juara Independence Cup 2019 setelah menaklukkan timnas B.

Sebelumnya Victim menghadapi timnas A di babak semifinal. Mereka sebenarnya kalah di game pertama karena performa Lemon yang luar biasa ketika didampingi para penggawa Onic Esports. Tapi, Victim memperlihatkan kualitas yang mereka miliki dengan mengembalikan kedudukan menjadi 2-1.

Selanjutnya pada babak final,  tim Victim Esports bertemu Malaysia Geek Fam dan timnas B dengan keduanya status seri. Kemenangan pada babak final dicapai Victim Esports melalui match yang sangat panjang. Semakin lama match berlangsung, semakin panas suasana arena Mobile Legends

Dengan ban dan pick yang mantap, Victim Esports yang beranggotakan, Deven ‘Renbo’ Markos,  M. Hamzah ‘SaanJi’ Sejati, Rubi ‘OnMyWay’ Supriandi, Aden ‘XinThink’ Gumilang, dan Gilang ‘Sanzz’. berhasil memenangkan pertempuran panjang tersebut. Skor akhir Victim Esports melawan timnas B adalah 32vs18. 

Disini saya melalui banyak hal berjuang bersama dan berbagi dengan teman2 player. Saya mengerti perjuangan dan harapan semua teman2. Dan saya bangga dengan pencapaian mereka. Ujar Hafiz, General Manager Victim

Kembali dengan tujuan awal kami selain membahas kemenangan yang kami dapatkan, kami juga ingin menyampaikan perihal pengunduran diri kami dari sea games. 

Seperti yang terlihat dari gambaran rickel tadi. Kami sudah meyakinkan bahwa tim kami mampu dan dapat menang mengangkat nama baik Indoesia diajang sea games. 

“Sayangnya walaupun menghadirkan prestasi yang gemilang, Victim Esports hanya mendapatkan sedikit slot pemain timnas. Seandainya saja Victim Esports bisa bermain bersama dalam satu tim,, kami pasti akan menghadirkan permainan terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia di SEA Games 2019.” 

Kami berharap dapat berkompetisi bersama keluarga victim. Jadi tujuan kami mengungkap alasan kami untuk menjawab keresahan pendukung victim diluar sana. Dan semoga ini menjawab apa yang kalian pertanyakan selama ini. Kami yakin akan ada nya Pro dan Kontra dengan keputusan kami ini, tapi kami memulai semua bersama, jadi kami putuskan untuk tetap bersama. Kami tidak ingin ada kesenjangan sosial antar pemain nantinya. Unggah Hafiz

Selain mengumumkan kemenangan di  Independence Cup 2019, Victim Esports juga memiliki berbagai rencana baru terkait perkembangan brand Victim Esports. Salah satunya dengan pembentukan tim ladies Victim Esports yang akan kami luncurkan tahun depan. Seperti apa gebrakan Victim kedepannya? Boleh nantikan bersama. 

Comments on Mengenal Tim Victim Esports Lebih Dekat